Total Tayangan Halaman

Senin, 01 Desember 2014

FISIKA DASAR 1, Emang Dasarrr!!!!!




(Tulisan ini adalah hasil semedi gue di awal2 semester satu alias waktu jadi maba nan unyu-unyu, tulisan ini dibuat gara2 gue stress berat sama yang namanya fisika)

 CHECK THIS OUT !!!! 

FISIKA DASAR 1, Emang Dasarrr!!!!!

Hari ini, dengan tersenyum gw berangkat ke kampus. Sebagai Maba a.k.a mahasiswi baru, kita dituntut punya semangat yang tinggi menuntut ilmu di bangku perkuliahan. Bahkan saking semangatnya gue berangkat sejam sebelum perkuliahan dimulai. Itu berangkatnya... Walau akhirnya sampe ke kampus setengah jam sebelum pelajaran dimulai. Seperti biasa kawan2 sekelas gue udah pada datang yang gue perkirakan mereka datang sejam lebih awal dari gue. Karena bangku kelas sudah pada penuh, padahal jam kuliah dimulai masih setengah jam lagi. Maklum.... Maba.... Semangatnya masih menggebu-gebu.

Gue masuk, tempat duduk gue udah dibokingin (ingat ya... Dibokingin! Bukan dibokongin!ups!?) oleh temen gue. Epa namanya. Ga paling belakang sih. Tapi diperkirakan untuk melihat guru dan papan tulis akan memanjangkan leher sekitar.... mmmm.....5 cm (kayanya gue bakat bikin film 5 cm versi ke 2 dech... hihihi).

Fisika Dasar 1. Mata kuliah satu-satunya hari ini, buat anak2 kelas A. Hipotesis awal, gue lihat n gue teliti seperti pertemuan2 sebelumnya. Minggu awal masuk, dosen hanya mengadakan perkenalan, perkenalan perkuliahan itu seperti apa, nanti kedepannya bagaimana dan lain lain. Paling banter kalo ngasih materi, di akhir pelajaran cuma ngerangkum apa yg sudah dijelasin oleh dosen. Tidak ada tugas sebagai kenang-kenangan yang harus dibawa ke rumah. Dan mata kuliah hari ini, Fisika Dasar 1, juga didiagnosa seperti itu. Tapi apa yang terjadi????
DIAGNOSA MELESET!!!
(inget ya... MELESET! Bukan KEPELESET!). Yups... Dosen masuk, semua masih santai. Dosen beri materi kedepannya apa, semua masih santai. Dan dengan santainya Pak Dosen bilang
"baik, siapkan kertas, kita mulai test awal!"
"HAAAAAAH?!?!?!?!? "teriak kami dalam hati masing-masing. Di dalam hati supaya Pak Dosen ga denger.
Pak Dosen ngasih 2 soal, 1 soal pertama kira2 panjangnya 3/4 jengkal. Soal kedua kira2 1/2 jengkal.
"silakan kerjakan, waktu satu jam saya mau keluar dulu, yang mau ke perpus silakan, mau kerjakan bareng temannya, silakan!"
Pak dosen pergi. Dan kayanya gue ingat opsi yang terakhir. "kerjakan bareng temen". Sesuai dengan amanah Pak Dosen, gue pun ngerjakan bareng temen, dan sepertinya ga cuma gue yang punya pikiran seperti itu. Tapi satu kelas. Satu kelas ngerjakan bareng temen. Lebih tepatnya, bareng temen yang udah punya jawaban (*:-o, oou.....).

Satu kelas pun ricuh. Ada yg bawa buku detik2 pas SMA, ada yg punya pikiran tanya kaka kelas, dan gue? Cari soal yang sama di google.... Canggih kan gue.... Hehehe... Tapi ternyata cari di google, ga ada soal sepanjang yang Pak Dosen berikan. Sementara gue cari di google. Teman2 gue masih ricuh kaya pasar iwak (*iwak=banjar language=ikan, catet!!!)

Dengan meraba2 seperti soal di google, gue jawab soal yang pertama, walau ga yakin benar adanya. Banyak juga yang ngincar jawaban gue. Ya udah lah... Daripada gue salah sendiri, mendingan salah massal (*licik mode on). Soal kedua, gue kepepet, waktu tinggal 5 menit. Sepertinya harus ada timbal balik, yups... Gue terima timbal balik itu dengan sepenuh hati. Walau dia bukan yang gue beri, tapi sesuai hukum alam, kita memberi, nantinya akan ada yang beri kita. Hahahaha...
Emang dasar nie Fisika. Fisika Dasar, Emang dasarrrrr!!!!
(*cerita ini fakta adanya, kalo ada sedikit ga nyambung, didiagnosa karena ada korsleting sehabis ngerjain soal fisika,

Thanks for reading :) 

Senin, 10 November 2014

Jadi penyiar radio, unik juga...


 
2 Mei 2014 nggak cuma hari bersejarah buat Indonesia sebagai hari pendidikan tapi juga hari bersejarah dalam hidup gue Karena selain hari itu adalah hari ultah Abah gue dan juga hari pembagian hadiah lomba Artikel sains, hari itu juga hari pertama gue memasuki dunia peradioan (peradioan?? Baru denger gue, au ah gelap, pokokx yang berhubungan dengan radio2 gitu deh). Waktu itu gue masih berada di semester 2, masih unyu2 (sekarang juga masih sih J), kira2 beberapa bulan setelah gue dilantik menjadi pengurus sebuah Organisasi Islam di Kampus.

Jadi, pas hari itu gue adalah pengurus pertama di kepengurusan kemuslimahan LDK JS UNPAR periode 2014-2015 yang di amanahi sebagai MC di acara Hikmah Senja LDK JS UNPAR bekerja sama dengan RCA 101,8 FM. Dengan pemateri 1 ka Rian dan pemateri 2 ka Weny, gue masih inget banget waktu itu materinya adalah tentang “waktu”.

Karena hari itu adalah hari pertama, jadilah gue gugup tiga perempat mati (lebih dari setengah mati maksudnye -_-). Untungnya waktu itu gue cuma diamanahi sebagai MC, kalo sampe jadi pemateri bisa berabe gue, bisa2 gue langsung menjelma jadi Mamah Dedeh dadakan lagi (Mamah Dedeh???). Dan juga untungnya lagi, materinya tentang “waktu”, agak familiar gitu sama materi yang pernah gue pelajari di pondok dulu. Jadi, sedikit banyak gue bisa menyimpulkan materi hari itu di akhir acara.

Jam 16.00, atau lebih tepatnya jam 4 sore, gue dan kaka2 yang jadi pemateri harus stand by di tempat siaran radio. Awalnya gue agak kepo sama tempat siaran ini, penuh dengan alat2 sound system yang belum familiar bagi gue (maklumlah gue biasanya di depan kamera, bukan di depan sound system, wkwk). Saking keponya gue, pas ada break dari penyampaian materi, suara mikrofon satu alias suara mikrofon bagian gue nggak gue mati’in sampe full off, jadilah kedengeran sama pendengar radio kalo gue itu lagi bisik2 mendesah pas nanyain ke kaka tingkat soal operating radio ini, untungnya temen gue yang waktu itu jadi pendengar langsung sigap atas kejadian yang memalukan itu. Langsung dah gue dapat sms dari dia kalo ternyata suara bisikan gue kedengeran di radio. Hedeh, asli gue malu banget, untungnya gue jadi penyiar radio, bukan penyiar TV, jadi muka gue kagak keliatan, (*horeee).

Tapi kejadian memalukan di hari pertama gue jadi penyiar radio tidak menyurutkan semangat gue buat siaran lagi, malahan gue seneng, bagi gue jadi penyiar radio itu unik, ketika kita siaran di sebuah tempat siaran radio yang nggak seberapa besar, orang2 di luar sana bisa mendengar suara kita. Tentunya nggak sekedar suara, tapi suara penuh hikmah, suara yang penuh dengan nilai2 agama.

Uniknya jadi penyiar radio juga gue rasain pas di akhir acara ada sesi tanya jawab. Karena materi yang disampaikan adalah ilmu agama, biasanya pertanyaan yang muncul melalui via sms juga mengenai ilmu agama. Alhamdulillah, dari sesi tanya jawab sama pendengar radio ini, sedikit banyak gue bisa menjawab sesuai ilmu yang gue punya, dan itu artinya ilmu kita sudah dialirkan ke orang lain, semoga dengan pengaliran ilmu ini bisa lebih mendekatkan kita kepada ridha Illahi, AMIN J.

Alhamdulillah, sekarang gue masih aktif siaran di radio. Selain di RCA 101,8 FM gue juga pernah dijadwalin siaran di Kalteng Pos Radio. Semoga Allah selalu mengistiqomahkan hamba2Nya yang selalu berusaha berada di jalanNya, karena selain untuk mengasah speaking skill, tentunya siaran radio ini juga sarana dakwah untuk menggapai ridha Illahi.
AMIN

Thanks for reading J

(*footnote : maklumlah karena gue masih penulis amatiran, jadi susunan kepenulisan agak amberegul eh amburadul maksud gue. Kalo ada kritik saran tentang tulisan gue, dengan senang hati silakan tinggalkan komentarnya ya, insya Allah komentarnya gue urus ko’, gue beri makan juga, nggak bakal gue telantarin #lho?)